10 June 2011

TULANG RUSUK YANG PATAH

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Iqram dan Fika duduk di punggung senja itu, beratus tawa timpas, lalu Fika pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Fika : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?

Iqram : Kamu .

Fika : siapa aku pada kamu?

Iqram : (Berpikir sejenak, lalu menatap Fika dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua lelaki mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”



Setelah menikah, Fika dan Iqram mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Fika lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berkata, “Kamu tidak mencintai aku lagi!”
Iqram sangat membenci ketidakdewasaan Fika dan secara spontan balik berkata, “Aku menyesal menikah dgn kamu! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tibaFika menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Dia menatap Iqram, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Iqram menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Fika kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”


Lima tahun berlalu…..
Iqram tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Fika. Fika pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Iqram yang tahu semua informasi tentang Fika, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Fika tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Iqram meminum kopinya, dia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Fika.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Iqram : Apa kabar?
Fika : Baik….., apakah awak sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Iqram : Belum.
Fika : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Iqram : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telefon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nombor telefon aku, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah. Fika tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….”


Seminggu kemudian, Iqram mendengar bahwa Fika mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Iqram meneguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sedar bahwa sakit itu adalah karana Fika, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.


thanks to kuya76@yahoo.com-dia yg post story ni

“Kita melepaskan 99% kemarahan kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya kita akan merasai kesakitannya”




No comments: